Hadirkan Senyum Anak Yatim, UKP Zita Anjani Ajak Tujuh Bocah Panti Belanja Baju Lebaran di Pasar Inpres Kalianda


LAMSEL, Kalianda - Suasana berbeda terlihat di lorong-lorong Pasar Inpres Kalianda pada Selasa siang (10/3/2026). Di tengah keramaian pasar tradisional itu, tawa anak-anak terdengar riang saat mereka memilih baju, sepatu, dan tas baru untuk menyambut Hari Raya Idulfitri.

Di antara mereka, Utusan Khusus Presiden (UKP) sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan, Zita Anjani, tampak berjalan santai mendampingi tujuh anak yatim piatu dari Panti Asuhan Balita Kalianda. Tanpa canggung, ia menyusuri satu per satu kios pakaian, membiarkan anak-anak tersebut memilih sendiri kebutuhan lebaran yang mereka inginkan.

Momen sederhana itu menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi anak-anak panti.
Dengan wajah ceria, mereka mencoba sepatu baru, menenteng tas pilihan, hingga memilih baju yang akan dikenakan saat Idulfitri nanti.

Kegiatan berbagi kebahagiaan tersebut turut didampingi Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan, Reni Apriyani, Ketua DWP Lampung Selatan, Ratna Yanuana Supriyanto, serta Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Setdakab Lampung Selatan, Tri Umaryani.

Menurut Zita Anjani, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada anak-anak yatim piatu sekaligus upaya menghadirkan kebahagiaan menjelang hari raya.

“Anak-anak ini adalah anak-anak kesayangan kita semua, juga anak-anak kesayangan Bapak Bupati. Hari ini kita ingin mengajak mereka bergembira, memilih sendiri baju baru, sepatu baru, dan tas baru agar mereka bisa merasakan kebahagiaan dalam menyambut Idulfitri,” ujar Zita.

Ia mengatakan, kebahagiaan sederhana seperti berbelanja bersama diharapkan dapat menjadi kenangan indah bagi anak-anak panti tersebut.

“Kami ingin mereka merasakan kasih sayang dan perhatian dari pemerintah daerah. Semoga apa yang kita lakukan hari ini bisa memberikan kebahagiaan dan semangat bagi mereka,” tambahnya.

Kehadiran Zita Anjani di Pasar Inpres Kalianda juga menarik perhatian para pengunjung. Sejumlah warga yang tengah berbelanja tampak antusias menyapa dan mengabadikan momen dengan berfoto bersama.

Tak hanya mendampingi anak-anak panti, Zita juga menyempatkan diri berinteraksi dengan para pedagang dan masyarakat. Bahkan, ia turut membelikan kue lebaran bagi beberapa warga yang sedang berbelanja di pasar tersebut.

Bagi anak-anak dari Panti Asuhan Balita Kalianda, kegiatan itu menjadi pengalaman yang sangat membahagiakan. Salah satu anak mengungkapkan rasa syukurnya setelah mendapatkan baju dan sepatu baru untuk Lebaran.

“Terima kasih Bunda Zita sudah mengajak kami membeli baju dan sepatu baru. Kami sangat senang,” ujar salah satu anak panti dengan wajah penuh kegembiraan.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.
Di balik hiruk pikuk pasar tradisional, siang itu menjadi saksi bahwa kebahagiaan kadang hadir dari hal-hal sederhana, sepasang sepatu baru, baju lebaran pilihan sendiri, dan kehangatan perhatian dari orang-orang yang peduli. (Is-Kmf)

Jalan Marga Catur dan Way Gelam Akhirnya Mulus, Warga: Penantian Kami Terjawab


LAMSEL, Kalianda - Penantian panjang warga akhirnya terjawab. Setelah bertahun-tahun harus berhadapan dengan kondisi rusak, masyarakat di Desa Marga Catur, Kecamatan Kalianda, serta di Desa Way Gelam, Kecamatan Candipuro hingga Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, kini dapat menikmati akses yang lebih mulus.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, meresmikan dua ruas jalan tersebut pada Jumat (6/3/2026). Kehadiran orang nomor satu di Lampung Selatan itu disambut antusias warga yang selama ini menanti perbaikan infrastruktur penghubung di wilayah mereka.

Bagi masyarakat setempat, jalan yang kini mulus bukan sekadar proyek pembangunan. Infrastruktur tersebut menjadi harapan baru untuk mempermudah aktivitas sehari-hari sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih baik.

Di Desa Marga Catur, Bupati Egi meresmikan ruas Jalan Kalirejo-Marga Catur dengan panjang sekitar 950 meter dan lebar kurang lebih 4 meter. Jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah diperbaiki sehingga memudahkan akses masyarakat menuju pusat aktivitas ekonomi dan permukiman.

“Semoga jalan ini bisa membawa manfaat bagi masyarakat. Saya titip agar jalan ini dijaga supaya awet dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, ruas Jalan Kalirejo-Marga Catur saya resmikan,” ujar Egi.


Peresmian tersebut turut menghadirkan momen haru bagi warga yang selama ini merasakan langsung dampak kerusakan jalan. Salah satunya Suparmi, warga Desa Marga Catur, yang mengaku bersyukur karena jalan yang lama rusak akhirnya diperbaiki.


“Dulu jalan ini rusak sudah lama sekali. Terima kasih Pak Bupati sudah membangun jalan di Marga Catur, bahkan sudah diresmikan juga. Terima kasih banyak Pak,” kata Suparmi.


Selain di Kalianda, Bupati Egi juga meresmikan ruas Jalan Way Gelam Kecamatan Candipuro-Balinuraga (R103) di Kecamatan Way Panji. Jalan dengan panjang sekitar 1,7 kilometer dan lebar rata-rata 4 meter tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas.


Menurut Egi, pembangunan jalan ini diharapkan menjadi penopang mobilitas warga sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah tersebut.


“Alhamdulillah hari ini di Way Gelam harapan masyarakat mulai terlihat. Mereka melihat secercah cahaya untuk hidup lebih baik lagi. Jalan ini diharapkan bisa menopang seluruh aktivitas masyarakat di sini,” kata Egi.


Bagi warga Way Gelam, perbaikan jalan ini terasa sangat berarti karena sudah lama dinantikan. Cristina Suparmi, warga setempat, mengatakan jalan tersebut terakhir kali diperbaiki sekitar tahun 2014.

“Kami mewakili warga Desa Way Gelam mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati dan Wakil Bupati yang telah memperhatikan kami dan memperbaiki jalan menjadi lebih bagus,” tutur Cristina Suparmi.

Hal senada disampaikan Solihin, warga lainnya. Ia menuturkan, kondisi jalan rusak sebelumnya kerap menghambat aktivitas warga.

“Waktu jalannya rusak tidak lancar. Sekarang jalannya sudah bagus jadi senang, enak dan lancar. Terima kasih Pak Egi, jalan kami sudah bagus. Mudah-mudahan bapak panjang umur dan diberi keberkahan oleh Allah SWT,” kata Solihin.

Dengan diresmikannya dua ruas jalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap mobilitas masyarakat semakin lancar, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah setempat. (Is-Kmf)

Safari Ramadan di Desa Pisang, Gubernur Lampung dan Bupati Egi Tebar Bantuan untuk Masjid dan Anak Yatim


LAMSEL, Penengahan - Suasana sore di Desa Pisang, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, terasa berbeda pada Kamis (5/3/2026).

Masjid Al-Falah dipenuhi warga yang antusias menyambut kedatangan rombongan Safari Ramadan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung. Kehadiran Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama jajaran pemerintah provinsi disambut hangat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan dan masyarakat setempat.

Kunjungan Safari Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi itu dipimpin langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal didampingi Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, serta sejumlah pejabat utama Pemprov Lampung.

Rombongan gubernur disambut Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bersama Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, unsur Forkopimda, serta jajaran pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Lampung Selatan.

Turut hadir pula Anggota DPRD Provinsi Lampung Fraksi PAN H.M. Hazizi, Tokoh Adat Sai Batin Lima Marga, pimpinan organisasi keagamaan, FKUB, FKPP, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Selain menjadi ajang silaturahmi, Safari Ramadan tersebut juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial. Pemprov Lampung menyerahkan dana hibah masjid sebesar Rp30 juta, santunan kepada 50 anak yatim, serta bantuan Al-Qur’an dari Kanwil Kementerian Agama.

Sementara itu, Pemkab Lampung Selatan turut memberikan dana hibah bagi takmir masjid, bantuan rumah ibadah sebesar Rp15 juta, serta paket sembako bagi lansia dan anak yatim.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan rasa bangga karena Desa Pisang terpilih sebagai lokasi Safari Ramadan tingkat provinsi. Menurutnya, kehadiran gubernur membawa suasana kebersamaan yang hangat bagi masyarakat.

“Suasana sore di Desa Pisang ini terasa jauh lebih sejuk dan bermakna karena kehadiran Pak Gubernur beserta rombongan. Atas nama pribadi dan pemerintah daerah, kami ucapkan selamat datang. Semoga di bulan penuh maghfirah ini, setiap langkah kita bernilai pahala,” ujar Bupati Egi.

Pada kesempatan itu, Bupati Egi juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Lampung Selatan dalam satu tahun terakhir kepemimpinannya.
Di sektor infrastruktur, pemerintah daerah telah merealisasikan penanganan jalan sepanjang 272 kilometer dengan nilai Rp220,8 miliar, serta pembangunan jembatan dan drainase sepanjang 27.240 meter dengan nilai Rp37,1 miliar.

Di sektor ekonomi dan pariwisata, Kabupaten Lampung Selatan mencatat kunjungan wisatawan mencapai 1,6 juta orang, yang turut mendorong kebangkitan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lampung Selatan pada tahun 2025 mencapai 5,71 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Provinsi Lampung dan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami juga sedang menggalakkan program Kampung Helau. Ini bukan sekadar lomba kebersihan, tetapi gerakan hati untuk menciptakan lingkungan yang kreatif dan berdaya saing. Kalau lingkungannya helau atau indah, ibadah pun semakin khusyuk,” tambah Egi.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi sambutan hangat masyarakat Kecamatan Penengahan. Ia menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum untuk memperkuat iman sekaligus mempererat kepedulian sosial.

“Ramadan mengingatkan kita bahwa hidup ini tidak lama. Mari jadikan momentum ini untuk memperkuat iman dan kepedulian sosial. Saya mengajak kita semua menjaga kerukunan, jangan sampai perbedaan memecah belah kita. Lampung harus jadi lebih baik,” tegas Gubernur Mirza.

Safari Ramadan tersebut pun berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan, mempertemukan pemerintah dan masyarakat dalam semangat silaturahmi, kepedulian sosial, serta harapan untuk kemajuan Lampung ke depan. (Is-Kmf)

Bunda PAUD Lampung Dorong Penguatan Karakter Generasi Emas Sejak Usia Dini


Bandar Lampung — Bunda PAUD Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, membuka Pengajian Akbar yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Provinsi Lampung di Masjid Raya Lampung Al Bakrie, Rabu (04/03/2026).

Pengajian Akbar yang mengusung tema ‘Menyambung Ukhuwah dan Meraih Keberkahan dalam Ketakwaan bagi Guru Taman Kanak-kanak se-Provinsi Lampung’ menghadirkan Ustadz Anas Hidayatullah sebagai penceramah. Kegiatan tersebut diikuti oleh guru-guru TK dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

Purnama Wulan Sari Mirza dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya peran guru TK dalam membentuk generasi emas sejak usia dini. Ia menyampaikan bahwa anak usia dini harus dipersiapkan dengan fondasi yang kuat, tidak hanya dari sisi pendidikan, tetapi juga spiritual.

“Anak-anak usia dini adalah generasi emas yang harus kita siapkan fondasinya. Selain fondasi edukasi, fondasi spiritual juga harus dibentuk sejak usia dini,” ujarnya.


Ia juga menekankan bahwa Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat keimanan dan memperbaiki karakter, tidak hanya bagi anak didik, tetapi juga para pendidik.


“Ramadan adalah bulan penuh berkah, rahmat, dan kemuliaan. Di bulan ini, bukan hanya karakter anak-anak TK yang kita bentuk, tetapi juga menjadi momen bagi kita untuk memperbaiki karakter, memperkuat keimanan, dan memperdalam ilmu agama,” katanya.


Menurutnya, guru PAUD dan TK bukan sekadar pengajar di kelas, tetapi memiliki peran strategis dalam membantu orang tua membentuk karakter anak di masa golden age. Ia meyakini bahwa masa TK merupakan fase penting dalam pembentukan karakter, di mana peran guru sangat menentukan kualitas generasi masa depan.


“Di usia TK inilah pembentukan karakter dimulai. Peran Ibu Guru sangat penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Di tangan Ibu-Ibu semua, generasi emas itu dibentuk,” tegasnya.


Bunda PAUD Lampung juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada IGTKI Provinsi Lampung atas terselenggaranya pengajian akbar tersebut. Ia berharap kegiatan ini menjadi agenda berkelanjutan dan dapat menjadi percontohan bagi provinsi lain.


“Kami berharap melalui kegiatan ini semangat kebersamaan dan komitmen dalam memajukan pendidikan anak usia dini di Provinsi Lampung semakin kokoh, sejalan dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, yaitu Lampung Maju Menuju Indonesia Emas,” tuturnya.


Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan cinderamata dan tali kasih, serta penghargaan kepada Ketua IGTKI kabupaten/kota se-Provinsi Lampung dalam program IGTKI PGRI Peduli. Bantuan kemanusiaan disalurkan kepada guru TK yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.


Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin ukhuwah yang semakin erat antarguru TK sekaligus memperkuat kapasitas spiritual pendidik dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas. (Ls)

Purnama Wulan Sari Buka Dauroh Qur’an Ramadan 1447 H, Perkuat Karakter Generasi Muda di Era Digital


 Bandar Lampung – Bunda Literasi Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari, membuka kegiatan Dauroh Qur'an Ramadan 1447 H yang diselenggarakan di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Selasa (03/03/2026).

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat karakter generasi muda melalui pendalaman nilai-nilai Al-Qur'an di tengah tantangan era digital dan degradasi moral.

Dalam arahannya, Purnama Wulan Sari menekankan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan untuk mengejar target khataman secara kuantitas, melainkan waktu terbaik untuk meningkatkan kualitas interaksi dengan Al-Qur'an melalui tadabur dan pengamalan.

"Melalui Dauroh Qur'an ini, kita tidak hanya diajak membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilainya. Di era digital ini, akses Al-Qur'an sudah sangat mudah di dalam genggaman. Tantangannya adalah bagaimana kita membentengi diri dengan akhlak mulia yang diajarkan di dalamnya," ujar Purnama Wulan Sari.

Ia juga mengapresiasi semangat para peserta yang didominasi oleh pelajar SMA dan SMK. Menurutnya, pemahaman agama yang kuat merupakan fondasi bagi terciptanya kerukunan dan sikap toleransi dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk.

"Jangan pernah bosan menggali isi Al-Qur'an. Jika sudah terbiasa, membaca Al-Qur'an akan menjadi sukacita dan kebutuhan. Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti di bulan Ramadan saja, tetapi berlanjut menjadi rutinitas di bulan-bulan lainnya," tambahnya. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Pemprov Lampung Apresiasi Program Light Up The Dream PT. PLN (Persero) untuk Warga Pra Sejahtera


Bandar Lampung,— Pemerintah Provinsi Lampung mengapresiasi komitmen PT. PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Lampung dalam menghadirkan terang dan harapan bagi masyarakat pra sejahtera melalui program Light Up The Dream yang digelar di Kelurahan Sawah Brebes, Bandar Lampung, Rabu (4/3/2025).

Kegiatan yang dirangkaikan dalam momentum Ramadan 1447 Hijriah tersebut menjadi wujud nyata kepedulian sosial PLN bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN dalam membantu masyarakat mendapatkan sambungan listrik gratis.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi PLN dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam memperluas akses kelistrikan di Provinsi Lampung.

“Alhamdulillah, akses listrik di Provinsi Lampung terus menunjukkan kemajuan signifikan. Berdasarkan data terbaru, rasio elektrifikasi telah mencapai 99,85 persen.
Artinya, hampir seluruh rumah tangga di Lampung telah menikmati layanan listrik PLN. Ini adalah capaian yang patut kita syukuri bersama,” ujar Jihan.

Ia menambahkan, hingga saat ini lebih dari 2,6 juta pelanggan telah dilayani PLN di wilayah Lampung. Menurutnya, kehadiran listrik bukan hanya sekadar penerangan, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam mendukung aktivitas ekonomi keluarga, pendidikan anak, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Program Light Up The Dream menjadi bukti bahwa pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi tentang menghadirkan keadilan energi dan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan. Sinergi antara pemerintah daerah, BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan adalah kunci mewujudkan Lampung yang maju, inklusif, dan sejahtera,”
tegasnya.

Jihan juga berharap program tersebut dapat terus diperluas, terutama menjangkau masyarakat di wilayah terpencil dan kawasan yang memiliki tantangan administratif, sehingga seluruh warga Lampung dapat menikmati hak dasar atas energi listrik.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Lampung, Rizki Muhammad, menjelaskan bahwa program Light Up The Dream merupakan kolaborasi pegawai PLN bersama YBM PLN untuk menyalurkan amanah dan kepedulian kepada masyarakat pra sejahtera.

“Pada hari ini, PLN memberikan sambungan listrik gratis kepada 34 keluarga di Provinsi Lampung. Insya Allah hingga akhir bulan akan bertambah menjadi 70 keluarga. Secara nasional, hari ini dilakukan penyalaan serentak kepada 2.150 penerima manfaat, dan sejak 2020 telah mencapai 44.000 keluarga,” jelas Rizki.

Khusus di Provinsi Lampung, selama lima tahun terakhir, PLN telah menyalurkan sambungan listrik gratis kepada lebih dari 750 keluarga pra sejahtera.

Salah satu penerima manfaat adalah Ridho Jaya Umbara, warga Kelurahan Sawah Brebes yang bekerja sebagai pengemudi ojek daring. Selama kurang lebih 10 tahun, Ridho dan keluarganya menyalur listrik dari tetangga. Kini, melalui program tersebut, rumahnya resmi memiliki sambungan listrik sendiri.

“Semoga bantuan ini dapat menambah semangat Pak Ridho dan keluarga dalam meningkatkan perekonomian,” ujar Rizki.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Jihan Nurlela didampingi General Manager PLN UID Lampung secara simbolis menyalakan meteran listrik di kediaman Ridho Jaya Umbara, serta mengikuti penyalaan listrik serentak nasional secara virtual.

Momentum Ramadan pun menjadi penguat semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Pemerintah Provinsi Lampung optimistis, dengan kolaborasi yang terus diperkuat, akses energi yang merata akan semakin mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat di seluruh penjuru Lampung. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Wagub Lampung Cek Stabilitas Harga Bahan Pangan


Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya menjaga stabilitas harga bahan pokok, menjaga ketersediaan pasokan, dan melaksanakan pengawasan, khususnya pada bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Sebagai wujud nyata komitmen Pemprov Lampung tersebut, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, melakukan pengecekan secara langsung kondisi ditingkat pasar terkait harga dan ketersediaan stok bahan pangan pokok di salah satu Pasar tradisional, Pasar Kangkung, Bandar Lampung, Rabu (04/03/2026).

Langkah ini merupakan bentuk pengawasan yang dilakukan pemerintah provinsi Lampung sebagai upaya menjamin keterjangkauan harga dan keamanan konsumsi pangan masyarakat.

Dalam tinjauan tersebut, Wakil Gubernur menyisir sejumlah titik, mulai dari toko sembako, pedagang ayam potong, lapak sayur-sayuran, hingga toko bumbu masakan dan beras. Wagub berkesempatan berdialog langsung dengan para pedagang untuk mendengar dan memastikan, sekaligus memantau fluktuasi harga di lapangan.

“Kami ingin memastikan apakah ada bahan pangan yang mengalami lonjakan harga signifikan atau keterbatasan stok (langka) mendekati momen Idulfitri ini. Dari dialog tadi, kami terus memantau komoditas yang rentan mengalami kenaikan,” ujar Wagub.

Selain mengecek harga, Wakil Gubernur juga memberi perhatian serius pada aspek kesehatan pangan, secara langsung Wagub Jihan menyaksikan dan memantau pelaksanaan Uji sampel yang dilakukan oleh unit Laboratorium Keliling Pengawasan Keamanan Pangan, Badan Pangan Nasional bersama Tim.

Selain itu, Wagub juga melakukan inspeksi pada unit mobil laboratorium keliling milik BBPOM untuk memastikan sinergi pengawasan obat dan makanan berjalan maksimal di pasar tradisional.

Kegiatan ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam menjaga inflasi daerah dan melindungi konsumen dari potensi peredaran pangan yang tidak layak konsumsi.

Berdasarkan hasil pemantauan, stok bahan pangan di Pasar Kangkung dinyatakan aman dan masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga lebaran mendatang. (Ls)

Azhar Marzuki dan Para Saibatin Ajak Masyarakat Bersatu Dukung Usulan Bupati Bangun Tugu Pengantin Saibatin


Kesugihan, 4 Maret 2026 – Semangat pelestarian adat dan budaya kembali menguat di Kabupaten Lampung Selatan.

Tokoh adat Lampung Selatan, Azhar Marzuki bergelar Pangikhan Tihang Makhga Saibatin Makhga Legun, mengungkapkan kepada awak media bahwa dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kalianda beberapa waktu lalu, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan wacana pembangunan tugu yang akan menjadi ikon daerah.


Wacana tersebut disambut positif para tokoh adat. Azhar menilai rencana itu sebagai langkah strategis dalam memperkuat identitas budaya lokal. Ia pun menyampaikan bahwa sejak lama dirinya telah menggagas pembangunan Tugu Pengantin Saibatin, sebagai simbol penghormatan terhadap masyarakat adat Saibatin.

Menurut Azhar, secara historis masyarakat adat Kabupaten Lampung Selatan mayoritas berasal dari Jurai Saibatin, khususnya di wilayah ulayat eks Kewedanan Kalianda yang kini menjadi pusat pemerintahan. Karena itu, sudah selayaknya identitas budaya tersebut ditampilkan secara representatif.


“Di Bumi Khagom Mufakat ini perlu dibangun Tugu Pasangan Pengantin Saibatin sebagai ikon daerah,” ujarnya.


Ia juga menekankan pentingnya edukasi budaya bagi generasi muda, mengingat masih banyak yang belum memahami perbedaan adat Saibatin dan Pepadun.


Kehadiran tugu di pusat Kota Kalianda atau kawasan jalan protokol Pemda diharapkan menjadi penguat jati diri sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga warisan leluhur.

Azhar bersama para Saibatin pun mengajak seluruh tokoh adat, tokoh masyarakat, dan elemen masyarakat Lampung Selatan untuk bersatu mendukung dan mengawal realisasi pembangunan tersebut.

“Pelestarian adat dan budaya adalah tanggung jawab bersama. Jika kita bersatu, insyaAllah tugu ini akan menjadi kebanggaan Lampung Selatan,” tegasnya.

Dengan semangat Khagom Mufakat, harapan itu kini bertumpu pada kebersamaan masyarakat demi terwujudnya ikon budaya yang membanggakan generasi mendatang. (Red)

Sudah Terima Sertifikasi, Guru Honorer Tak Boleh Lagi Digaji dari Dana BOS: Simak Penjelasannya


LAMPUNG SELATAN- Sejumlah guru honorer di Kabupaten Lampung Selatan yang telah menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) atau tunjangan sertifikasi kini tidak lagi diperbolehkan menerima gaji dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Kebijakan ini ditegaskan melalui Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan Nomor: 700/585/IV.02/2026 tertanggal 9 Februari 2026.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut hasil pemeriksaan atau audit ketaatan pada satuan pendidikan se-Kabupaten Lampung Selatan untuk periode Januari-Agustus 2025.

Dalam surat edaran itu dijelaskan bahwa ketentuan tersebut merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 8 Tahun 2025 Pasal 39 ayat 2 huruf (d).

Pada aturan tersebut ditegaskan bahwa guru yang dapat diberikan honor dari Dana BOS harus memenuhi syarat belum mendapatkan tunjangan profesi guru.

Dinas Pendidikan menegaskan, kebijakan ini bertujuan untuk menghindari praktik pendanaan ganda (double funding) atau double dipping. Guru honorer yang telah memiliki sertifikat pendidik dan menerima dana sertifikasi dari APBN sebesar Rp2 juta per bulan, tidak lagi diperkenankan menerima honor tambahan yang bersumber dari Dana BOS.

Dengan demikian, Dana BOS dapat dialokasikan untuk kebutuhan operasional sekolah lainnya agar lebih optimal dan tepat sasaran.

Jadi Temuan Pemeriksaan

Sekretaris Inspektorat Kabupaten Lampung Selatan, Marko Firzada, mengungkapkan, dalam hasil audit yang dilakukan periode Januari-Agustus 2025, pembayaran honor dari Dana BOS kepada guru yang sudah bersertifikasi dinyatakan sebagai temuan pemeriksaan.

Ia menegaskan, atas temuan tersebut, guru honorer bersertifikasi yang terlanjur menerima gaji dari Dana BOS pada periode tersebut diwajibkan mengembalikan dana tersebut ke Rekening Kas Umum Daerah Lampung Selatan yang untuk kemudian diteruskan Ke Rekening Kas Umum Negara. Mekanisme pengembalian dapat dilakukan secara bertahap.

"Berdasarkan keterangan dari Dinas Pendidikan, kebijakan ini bukan keputusan mendadak. Sebelumnya, para guru telah menandatangani surat perjanjian dengan kepala sekolah yang menyatakan kesediaan mengembalikan honor dari Dana BOS apabila di kemudian hari menjadi temuan pemeriksaan,” kata Marko.

Siapa yang Wajib Mengembalikan?

Guru yang menjadi sasaran pengembalian adalah Guru Honorer BOS Tahun 2025 yang menerima dua sumber penghasilan sekaligus, yakni honor dari Dana BOS dan tunjangan sertifikasi dari pemerintah pusat.

Sementara itu, guru honorer BOS Tahun 2025 yang belum memiliki sertifikasi tidak dikenakan kewajiban pengembalian karena hanya menerima satu sumber penghasilan, yakni dari Dana BOSP.

Kriteria Penerima Honor BOS

Berdasarkan petunjuk teknis BOSP, guru honorer yang dapat dibayarkan honornya melalui Dana BOS harus memenuhi kriteria:
- Berstatus Non-ASN
- Terdaftar di Dapodik
- Memiliki NUPTK
- Belum menerima tunjangan sertifikasi

Dinas Pendidikan menyebutkan bahwa kasus serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain, karena kebijakan ini merupakan perintah dari regulasi pemerintah pusat.

Bagi guru yang ingin mengajukan keringanan pengembalian secara mencicil, dipersilakan berkonsultasi dengan Inspektorat Lampung Selatan.

Kebijakan ini ditegaskan sebagai bagian dari komitmen menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran pendidikan agar tidak terjadi tumpang tindih pembiayaan. (Kmf-Is)

Luncurkan Koran dan Buku Satu Tahun Mirza-Jihan, IJP Pastikan Tetap Kritis


Bandarlampung–Ikatan Jurnalis Pemprov (IJP) Lampung resmi meluncurkan Koran Edisi Khusus dan Buku Satu Tahun Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela.

Peluncuran tersebut berlangsung di halaman Gedung Pusiban, komplek Kantor Gubernur Lampung, Senin (2-3-2026).

Ketua IJP Abung Mamasa mengatakan, peluncuran itu bukan momentum seremoni, Tetapi sebagai penanda bagi IJP untuk merawat ingatan publik bahwa sudah satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur.

“Peluncuran koran IJP dan buku atas inisiasi kawan-kawan anggota, saya hanya mengakomodir ide mereka. kami berpikir masyarkat punya hak untuk tahu apasaja yang telah dikerjakan pak gubernur dan wakil gubernur,” kata Abung.

Menurut dia, satu tahun kepemimpinan Mirza-Jihan hanya merupakan peletakan pondasi pembangunan.

Meski demikian, dia menjelaskan, arah pembangunan Lampung kedepannya sudah mulai terlihat.

“Paling tidak kami melihat ada uipaya pemerintah memperkuat desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, membangun konektivitas jalan dan jembatan, serta mendorong reformasi birokrasi tang lebih transparan dan menanam investasi pada SDM,” jelasnya.

Dia menegaskan, koran dan buku yang ditulis dengan mengedepankan objektivitas.

Dia menyebutkan, sinergi IJP dan Pemprov Lampung tidak melemahkan daya kritis sebagai pers.

“Saya ingatkan kepada anak-anak IJP silahkan untuk mengkritisi tapi tidak nyinyir. Karena kita sama sama tahu, pers memiliki tugas tidak hanya menggambarkan tapi juga merawat akal sehat publik,” ungkapnya.

Sementara, Gubernur Rahmah Mirzani Djausal mengatakan, kegiatan itu merupakan wahana untuk menengok apa saja yang sudah dilakukan selama satu tahun.

Sekaligus wahana untuk saling mengingatkan tentang apa saja langkah-langkah kedepannya.

“Benar kata Abung, masyarakat punya hak untuk tahu apa saja yang sudah kami lakukan bagi Provinsi Lampung,” kata Mirza.

Menurut dia, dipilih oleh masyarakat sebagai gubernur bukan sesuatu yang mudah untuk dijalankan.

“Tapi ini juga amanah bagi kami sebagai gubernur dan wakil gubernur. Ini menjadi beban kami sebagai gubernur dan wakil gubernur,” jelasnya.

Dia menyebutkan, satu tahun ini, secara perlahan mulai ditata arah pembangunan Lampung dengan memperbaiki konektivitas.

“Melalui peningkatan kemantapan jalan provinsi, maka mobilitas masyarakat akan semakin lancar,” sebutnya.

“Saya punya visi, saya ingin suatu saat masyarakat bangga dengan jalan-jalan yang ada di Lampung,” tambahnya.

Karena itu, dia memprioritaskan pembangunan jalan di Lampung tidak lagi aspal, tetapi rigid beton yang memiliki daya tahan lebih lama.

Hal itu pula yang mendasarinya untuk mengajukan pinjaman untuk perbaikan jalan di Lampung.

“Fokusnya di tahun 2028 atau 2029 sudah 90 persen (kemantapan jalan),” sebutnya. (**)

Pemprov Lampung Perkuat Fondasi Pembangunan di Tahun Pertama Kepemimpinan Mirza–Jihan


Bandar Lampung ---- Gubernur Rahmat Mirzani Djausal memaparkan berbagai langkah strategis yang diambil untuk menjawab tantangan pembangunan di Bumi Ruwa Jurai.

Hal tersebut disampaikan saat Peluncuran Koran Ikatan Jurnalis Provinsi (IJP) Lampung serta peluncuran buku 1 Tahun Mirza - Jihan yang dirangkaikan dengan Diskusi Publik Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Pemerintah Provinsi Lampung di Taman Outdoor Gedung Pusiban, Senin (2/3/2026).

​Gubernur Mirza mengungkapkan bahwa awal masa jabatannya dihadapkan pada tantangan fiskal yang cukup berat. Namun, melalui percepatan dan pemetaan anggaran yang ketat sejak sebelum pelantikan, Pemerintah Provinsi Lampung berhasil melakukan penyehatan APBD.

​"Singkat cerita, dengan segala upaya, utang 600 miliar lunas ke pihak ketiga, utang yang 1,2 triliun (kepada kabupaten) kita atur skema-skemanya, efisiensi 200 miliar kita laksanakan. Dan itu pun masih bisa kita dapat menambah jalan sebanyak 400 miliar," ujar Gubernur Mirza.

​Gubernur juga menekankan fokus utamanya pada sektor konektivitas melalui perbaikan infrastruktur jalan. Ia berkomitmen mengubah persepsi masyarakat terhadap kualitas infrastruktur di Lampung.

​"Visi saya terhadap jalan Provinsi Lampung, saya ingin masyarakat Lampung bangga dengan jalan-jalan yang ada di Provinsi Lampung itu sendiri. Kita akan bersama-sama membuat kedepan, pemerintah harus punya tujuan membuat masyarakat Lampung bangga dengan jalan-jalannya," tegasnya.

​Selain infrastruktur fisik, transformasi pelayanan publik berbasis digital juga menjadi prioritas. Gubernur Mirza telah menginstruksikan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjadikan kepuasan masyarakat sebagai indikator kinerja utama.

"KPI-nya salah satunya adalah Customer Satisfaction atau kepuasan pelanggan. Kita akan layani masyarakat sampai seluruh masyarakat Provinsi Lampung puas dengan layanan-layanan yang diberikan," tambahnya.

​Di akhir sambutan, Gubernur mengapresiasi peluncuran Koran IJP Lampung dan peran insan pers dalam mendukung pembangunan. Menurutnya, pers memiliki kedudukan vital sebagai mitra strategis sekaligus kontrol sosial bagi pemerintah.

​"Pers bagi saya bukan hanya penyampai kabar, tapi juga penjaga arah. Pers bukan hanya pengamat, tapi juga mitra dalam perjalanan pembangunan. Kami percaya kritik yang disampaikan dengan niat baik adalah bentuk kepedulian," pungkas Gubernur.

Sementara itu, Ketua IJP Lampung ​Abung Mamasa menekankan bahwa publik, terutama mayoritas pemilih yang memberikan amanah kepada kepemimpinan Gubernur Mirza dan Wagub Jihan berhak mendapatkan informasi yang jelas mengenai kinerja organisasi perangkat daerah (OPD). Ia menilai satu tahun pertama ini sebagai fase krusial dalam membangun pondasi pembangunan yang berkelanjutan.

​"Masyarakat punya hak untuk tahu apa saja yang dikerjakan oleh para pemimpinnya. Pak Gubernur, ini baru peletakan pondasi, tapi saya lihat ini sudah terlihat arahnya. Memang belum maksimal, tapi paling tidak kami melihat ada upaya Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat desa sebagai pusat pertumbuhan," tambahnya.

​Dalam kesempatan tersebut, Abung juga menepis anggapan bahwa IJP Lampung hanya berfungsi sebagai saluran humas pemerintah. Ia menegaskan bahwa independensi tetap menjadi prinsip utama dalam menjalankan tugas jurnalistik.

​"Kami tetap membangun sinergi tapi tidak melemahkan daya kritis kami terhadap apa yang harus kami kritisi. Tetapi itu secara proporsional dan profesional. Saya ingatkan pada anak-anak IJP, silakan mengkritik tapi kita tidak nyinyir," tegasnya. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).